JAKARTA – PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga jual produk Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi di seluruh wilayah Indonesia, terhitung mulai Sabtu, 18 April 2026. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap fluktuasi harga minyak mentah dunia serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Berdasarkan pengumuman resmi perusahaan, sejumlah jenis BBM mengalami kenaikan harga yang bervariasi di setiap provinsi. Produk bahan bakar jenis gasolin seperti Pertamax dan Pertamax Turbo, serta produk gasoil yakni Dexlite dan Pertamina Dex, menjadi komoditas yang terdampak langsung oleh kebijakan penyesuaian harga pada periode pertengahan bulan ini.
Meskipun terdapat kenaikan pada lini produk non-subsidi, pihak manajemen Pertamina memastikan bahwa harga BBM subsidi, yakni Pertalite dan Biosolar, tetap stabil dan tidak mengalami perubahan. Keputusan ini diambil guna menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global yang kian menantang, sembari tetap mematuhi regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Keputusan Menteri ESDM.
enyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan secara berkala oleh Pertamina dengan mengacu pada Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 sebagai perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020. Formula penetapan harga ini didasarkan pada publikasi Mean of Platts Singapore (MOPS) atau Argus, serta mempertimbangkan biaya distribusi dan margin perusahaan. Hal ini memungkinkan harga BBM non-subsidi bersifat kompetitif dan mengikuti mekanisme pasar internasional.
Di tengah kenaikan harga global, Pertamina terus berkomitmen untuk menjaga ketahanan stok BBM nasional agar tetap berada di level aman. Pengawasan distribusi juga diperketat melalui sistem digitalisasi SPBU guna memastikan penyaluran bahan bakar tetap tepat sasaran.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk mulai beralih ke produk bahan bakar berkualitas tinggi yang lebih ramah lingkungan guna mendukung performa mesin kendaraan yang optimal serta menekan emisi gas buang.
Kenaikan harga pada jenis bahan bakar diesel seperti Dexlite dan Pertamina Dex diprediksi akan memberikan dampak terbatas pada biaya operasional sektor logistik dan industri. Namun, pemerintah tetap memantau perkembangan ini agar tidak memicu inflasi yang signifikan pada harga kebutuhan pokok di pasar.
Penggunaan BBM subsidi bagi angkutan umum dan logistik tertentu diharapkan tetap menjadi bantalan ekonomi agar stabilitas harga barang di tingkat konsumen tetap terjaga.
Berikut harga BBM Pertamina untuk wilayah DKI Jakarta:
Pertalite: Rp10.000 per liter
Solar Subsidi:6.800 per liter
Pertamax: Rp12.300 per liter liter
Pertamax Turbo:Rp19.400 per liter
Pertamax Green 95:Rp 12.900 per liter
Dexlite: Rp23.600 per liter
Pertamina Dex: Rp23.900 per liter






