DELI SERDANG – Camat Pagar Merbau, Junaidi, bereaksi keras atas tudingan yang menyebut dirinya sengaja “buang badan” dari kejaran wartawan terkait kemelut lahan eks PTPN I Regional I. Junaidi menegaskan, dirinya selalu terbuka terhadap konfirmasi awak media dan tidak pernah menutup diri.
“Perlu saya tegaskan, siapa pun orangnya saya selalu welcome, apalagi kepada wartawan. Jadi berita menohok itu tidak berdasar,” ujar Junaidi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (24/1).
Ia menambahkan, polemik lahan di Desa Pagar Merbau I tersebut sejatinya adalah api lama. “Sebelum saya menjabat sebagai Camat, persoalan itu sudah memanas,” imbuhnya.
Junaidi menyayangkan adanya narasi yang menyebut dirinya melakukan pembiaran terhadap sengketa tanah negara tersebut. Ia memastikan, anggapan bahwa pihak kecamatan tutup mata adalah keliru.
Persoalan ini mencuat setelah adanya aktivitas penguasaan fisik lahan eks PTPN oleh seorang pengusaha ternak berinisial T. Di lokasi, lahan sudah dipagari dan proses pembangunan terus berjalan. Kondisi inilah yang memicu opini publik bahwa pemerintah kecamatan melakukan pembiaran. Namun, dengan tegas Junaidi menyebut kabar itu hoaks.
Secara administratif, Junaidi menjamin posisinya aman. Sesuai edaran Pemkab Deli Serdang, ia mengaku tidak pernah mengeluarkan tanda tangan untuk dokumen apa pun terkait lahan tersebut.
“Setitik tinta pun tidak pernah saya tanda tangani mengenai surat eks PTPN itu. Saya patuh pada edaran kabupaten,” tegasnya.
Terkait arahannya kepada wartawan beberapa waktu lalu, Junaidi menyebut hal itu murni soal kewenangan. Ia meminta awak media bertanya ke level provinsi karena secara regulasi, urusan lahan eks PTPN bukan merupakan domain pemerintah kecamatan.
Ia juga meluruskan soal foto dirinya bersama pengusaha T yang dipersoalkan. Junaidi menjelaskan, foto itu diambil di tengah keramaian saat acara pengajian akbar di sebuah lapangan bola. Ia membantah jika pertemuan itu disebut sebagai pertemuan khusus.
Tudingan mengenai “pejabat nakal” atau isu tukar guling lahan juga tak luput dari bantahannya. Junaidi memastikan kabar itu tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Ia bahkan sempat mengonfirmasi langsung kepada T terkait isu tersebut. Hasilnya, sang pengusaha juga merasa heran namanya dicatut. T menyebut fotonya saat pengajian akbar bersama Camat dan Wakil Bupati sengaja dipotong agar seolah-olah hanya terlihat mereka berdua untuk menggiring opini.
“Sekali lagi, keributan antarpenggarap ini sudah terjadi sejak lama, jauh sebelum saya duduk di sini sebagai Camat,” pungkas Junaidi.







